Jadi Anak Multimedia Itu Gak Gampang
Buat kalian yang belum tau, gw dulu pas masih smk, gw ngambil jurusan multimedia. Karena apa ? karena dulu gw percaya dengan kata - kata ini :
Pacaran tuh sama anak mulmed, setiap dia desain atau ngedit aja berwarna apalagi nanti hidup pasangannya..
haha, gak gitu. Jadi selama 3 tahun gw di smk, gw menimba ilmu disana, ya cukup banyaklah susah senangnya, dari pertama gw yang desainnya masih acak - acakan, background apa, warna text nya apa, Ya, mirip kata kata vicky lah, Ga jelas.
Sampe bisa ngedit bagusan dikit, background udah teratur, warnanya udah mantep, gak nusuk mata lagi, yang kemudian aku ditawarin untuk pertawa kalinya buat desain sebuah banner, dan waktu itu cuma dibayar dengan terima kasih, terus ada yang bayar juga dengan kritik dan saran, atau ada juga yang bayar beneran dengan uang.
Jadi, selama 3 tahun aku sekolah dijurusan ini, tapi kalau kalian bertanya, udah berapa lama aku di dunia desain mendesain ini, ya mungkin lebih dari 5 tahun kali ya. Dari sejak aku pertama belajar, sampe sekarang aku masih senang desain, dulu aja pas mau masuk kuliah aku sempat ingin masuk Universitas Multimedia Nusantara (UMN) jurusan DKV, tapi pas lihat biaya semesternya, *istigfar sambil ngelus dada.
Nah, gw pengen cerita dikit nih tentang satu hal yang paling sering gw dengar, dan sering gw alamin juga.
Mungkin banyak yang gak tau, kalau jurusan multimedia itu gak segampang yang orang lain pikirin, banyak orang diluar sana yang suka bilang.
"Jadi gini doang ni desainnya"
hey bro, gw cuma mau bilang kalau nyari inspirasi itu gak segampang lu nyari video nya mimi peri..
Bahkan beberapa tahun lalu gw sempat baca, ada seorang desainer dan seorang client yang sedang bahas sebuah orderan, kira kira begini kronologinya :
Desainer : jadi anda mau desain seperti apa ?
Client : Seperti ini, *nunjukin contoh desain.
Desainer : Baik pak.
Client : Berapa biayanya..
Desainer : Rp.x.xxx.xxx *cukup mahal.
*15 menit kemudian..
Desainer : ini pak, desainnya sudah jadi.
Client : kok cepat banget, kenapa saya harus membayar mahal untuk desain yang kamu buat kurang dari setengah jam ini ?
Desainer : Saya menghabiskan setengah dari hidup saya, untuk belajar agar membuat desain ini kurang dari setengah jam.
Kalau kalian gak ngerti maksudnya, jadi maksud si desainer adalah dia hampir menghabiskan seumur hidupnya untuk terus belajar dan terus belajar membuat sebuah desain yang bagus. dan mereka seenak jidat nya bilang, kenapa saya harus membayar mahal ? bagaimana kalau kita balik, anda kerjakan desain ini, gratis tapi anda harus rela kehilangan tahun tahun anda berikutnya untuk mengerjakan desain yang sama.
Jadi tolong lah, jangan gitu banget, apalagi ada yang sering bilang gini
eh tolong desainkan ini dong, dikit doang cuma diginiin kok
garis bawahin kata kata diginiin kok, kalian pikir gampang kampret wkwk..
![]() |
twitter.com |
Mana cuma dibayar terima kasih lagi, tolong lah, buat kalian yang ingin minta tolong teman kalian baik itu untuk desain, service laptop, atau apapun itu, tolong lah jangan cuma dibayar dengan terima kasih. Bukan maksud pelit atau gimana, coba deh pikirin berapa waktu yang ia habiskan buat bantu kamu, atau tolong lah kalau kasih harga, jangan pake harga teman. wkwkw.. *curcol masa lalu.
Kalau kata teman ku seperti ini.
PEMBELI ADALAH RAJA, TAPI RAJA GAK PERNAH MINTA HARGA KAWAN.
Setuju ???
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarlah, Selagi Masih Gratis :D