Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Belajar Dari Air Genangan di Dalam Kamar Mandi

Belajar Dari Air di Kamar Mandi

Ada yang bilang belajar bisa dimana saja, dan kapan saja. Setubuh? Eh Setuju ?

aku sih setuju pendapat itu dan benar saja, beberapa hari yang lalu aku belajar dari sebuah genangan air di atas keramik kamar mandi saat sedang buang air besar.

Menurut penelitian, saat kita sedang buang air besar, saat itulah ide - ide kreatif sering muncul. Namun yang terjadi pada ku, bukan ide kreatif yang muncul malah dapet pembelajaran hidup.

Pembelajaran hidup itu saya dapatkan dari sebuah genangan air, yang dimulai dari "panggilan alam" yang tidak boleh dilewatkan. Saya melalui itu dengan sebuah wc jongkok karena di kontrakan saya wc nya jongkok.

Sembari lagi berjuang, saya sempat termenung sambil melihat sebuah susunan keramik didepan saya, antara satu keramik dengan keramik lain yang bentuknya tidak sama tapi saling melengkapi sehingga membuat susunan yang indah.

fun fact : Aku bukan tipe orang yang suka membawa handphone ke dalam kamar mandi saat sedang bab. Makanya suka menung.


Justru aku bingung, kenapa orang - orang suka membawa handphone saat sedang melakukan "itu" ??

Diantara kramik kramik itu, tepat di 2 kotak keramik di depan aku. Ada sebuah genangan air yang berbentuk abstrak (tidak jelas), awalnya aku liat air itu biasa saja, tapi tak tau kenapa fokus ku terus kearah air itu, hingga membuat fokus mata ku menjadi tidak jelas.

Karena sudah tidak jelas, aku kuceklah mata kanan ku, tanpa sadar fokus mata ini sudah normal kembali, dalam keadaan mata kanan masih dikucek, mata kiri masih melihat genangan air, dan yang aku lihat air itu sudah tidak berbentuk abstrak, kini air itu sudah berbentuk bulat sempurna.

Tanpa terganggu dengan hal itu, aku juga mengucek mata kiri ku. Dalam keadaan mata kiri ku masih dikucek, yang terbuka hanyalah mata kanan. Aku lihat lagi bentuk air itu, air itu kembali berbentuk abstrak seperti di awal aku lihat.

Karena penasaran, aku tutup lagi mata kanan, sambil membuka mata kiri, air itu berbentuk bulat lagi, Begitu pula sebaliknya, saat mata kiri ku tutup, mata kanan terbuka, genangan air itu justru berubah bentuk menjadi abstrak.

Dari situlah aku belajar bahwa, dunia ini berjalan tergantung dari sudut mana kita melihat.

Jika kita lihat seseorang dari buruknya, maka seumur hidup orang itu akan kita anggap buruk. Sebaliknya, jika kita lihat seseorang itu dari kebaikannya, maka orang itu akan menjadi baik, paling gak diberi kesempatan lah untuk membuktikan bahwa ia adalah orang yang baik.

Dari cerita tadi, kita belajar bahwa :

Cara pandang antara 2 mata dalam satu tubuh saja bisa berbeda perspektifnya, lalu bagaimana jika kita berhadapan dengan 4 mata 6 mata bahkan dengan jutaan mata di dunia ini. Akan ada jutaan perspektif pula yang tidak akan ada habisnya jika harus selalu diselesaikan dengan berdebat.

Saatnya kita menerima segala perbedaan itu, hanya karena perbedaan perspektif atau berbeda cara memandanga sesuatu, hal itu tidak perlu menjadi alasan untuk kita saling membenci, dan ribut satu sama lain. Setuju ?

Kalau setuju yaudah bagus, kalau gak, ya gpp juga. Aku laper mau makan. Btw, terima kasih sudah mau membaca. see ya :))


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentarlah, Selagi Masih Gratis :D