Bertingkah Lakulah sesuai umur? Ingat Umur!
08/03/2021 12:33
Siang ini, pulang dari angkringan. Aku memikirkan sesuatu yang menarik, apakah umur bisa di jadikan tolak ukur bagaimana seseorang harus bersikap? atau umur hanya sekedar angka yang pasti bertambah tiap tahunnya?
Bagaimana seseorang bersikap, bagaimana keputusan yang diambil, bagaimana seseorang memilih cara berbicara, bagaimana seseorang mengutarakan pendapatnya, hingga cara seseorang dalam bercanda. Semua itu berhubungan dengan masa lalu.
Apa yang telah ia lewati, apa yang sedang ia sembunyikan, apa yang ia pikirkan, apa yang ia sukai, setidaknya ada 4 hal tadi yang menurut aku menjadi tolak ukur untuk menjawab banyak pertanyaan diatas.
Lalu jika pertanyaannya apakah umur bisa dijadikan tolak ukur bagaimana seseorang harus bersikap? Menurut aku tidak, karena tiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda, memiliki alasan yang berbeda-beda pula terkait setiap keputusan yang ia ambil.
Tidak sedikit kita melihat orang yang "berumur" tapi sifatnya seperti anak-anak, atau anak-anak yang masih berumur 13 tahun atau bahkan kurang, masih remaja tapi sudah harus bersikap layaknya orang dewasa, mereka harus bekerja dan sebagainya.
Dengan seperti itu, pernyataan seperti:
- Umurmu udah sekian, nikah sana!
- Sikapmu seperti anak sd, lari-larian dijalan mandi hujan.
- Cara bercanda mu seperti anak sma yang masih umur belasan tahun.
- Kamu masih muda mus, banyakin main gih. - Ini paling sering sampai di telinga aku.
Menjadi tidak relevan lagi, karena korelasi antara umur dan pengambilan keputusan ternyata tidak ada, semua tergantung masa lalu yang membentuk bagaimana ia sekarang, dan dari masa lalu yang ia lewati atau yang sedang ia jalani sekarang lah yang ternyata justru menjadi alasan utama bagaimana seseorang mengambil sikap!
Lalu, kalau seperti itu. Apakah umur hanya sekedar angka yang pasti bertambah tiap tahunnya? Kita hidup di dunia dimana data adalah salah satu bukti tolak ukur yang valid, dan sayangnya umur juga sebuah data.
Contoh paling sederhana, setiap kita melihat youtube kita bisa lihat jumlah viewers setiap videonya, viewers terbanyak itulah yang dianggap terpopuler. Umur pun seperti itu, seseorang yang memiliki umur lebih banyak akan dianggap sebagai orang yang "makan asam garam lebih banyak". Sayangnya kita lupa hanya karena lebih banyak belum tentu lebih berkualitas.
Sampai saat ini aku masih percaya, bahwa:
Age just a number
Jadi kesimpulannya, jangan terlalu diperdulikan itu umur, bersikap lah seperti yang kau inginkan, bercandalah seperti yang kau inginkan, tapi orang yang bijak tetap harus memikirkan lingkungan dan dampaknya. Umur udah pasti nambah, kebahagian belum tentu.
Terima kasih sudah membaca.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarlah, Selagi Masih Gratis :D