Pendahuluan
Pertama sebelum aku mejabarkan alasannya, aku ingin kalian tahu dulu bagaimana kondisi saat ini, saat ini aku sedang berada di semester 8.
Semester dimana seharusnya semua orang berlomba-lomba untuk cepat lulus, berlomba-lomba untuk menjadi yang tercepat dalam kelulusan angkatan.
Nah kalian udah tau kondisinya, kita lanjut ke background.
Background/Latar Belakang
Teman-teman yang ingin cepat lulus biasanya dalam kondisi dimana mereka memang diharuskan lulus, selain faktor internal di dalam dirinya sendiri ada tekanan dari luar juga, yang paling besar adalah dari keluarga.
Latar belakang dan kondisi ku sedikit berbeda, dimana aku udah bekerja, dan untuk kuliah, aku udah bisa bayar sendiri, kehidupanku di rantau 100% sudah bisa biayain sendiri. Akibatnya tekanan yang dirasakan oleh teman-teman yang lain tidak sebesar itu datang kepadaku.
Tekanan eksternal terutama, keluarga ku tidak terlalu mengharuskan aku lulus cepat, bahkan kasarnya jika aku ingin lulus di semester 10 maka tidak akan ada masalah apapun.
Alasannya?
Sebenarnya memperlambat kelulusan terdengan sombong ditelingaku, aku lebih suka menyebutnya sedikit memberi jeda. Selama ini sejak awal kuliah aku selalu meng-"gas" semuanya, aku terlalu fokus untuk mengejar semuanya, main ku kurang, ngobrol ku bersama teman-teman kurang, selalu merasa sendirian, padahal aku udah ngontrak tinggal serumah dengan teman-teman yang lain sejak semester 3 sampai semester 8, dan selalu merasa sendirian.
Aku hanya melakukan sedikit jeda pada jalanku, disaat mereka gas pol, aku memilih untuk sedikit memberi jeda, memberi istirahat untuk diriku.
Toh tekanan yang ada pada diriku tidak sebesar teman-teman yang lain, dan saya rasa lulus sedikit terlambat juga akan tetap keren hehe.
Pada jeda ini, aku memilih untuk lebih banyak ngobrol, lebih banyak menghabiskan waktu bersama dengan danis, singgih. Membuat lebih banyak momen, tidak perlu jalan-jalan cukup ngobrol di halaman depan.
Lalu akan timbul pertanyaan, jika hanya untuk ngobrol dan main kenapa harus melakukan jeda?
Perpisahan
Tulisan diatas aku sedikit menjelaskan bahwa background atau latar belakangku dengan teman-teman yang lain berbeda, dan aku tau betul jika aku lulus cepat apa yang akan terjadi setelahnya.
Aku pulang kampung, aku akan dikirim keluar kota oleh kantor ku dalam waktu yang lama, dan beberapa hal lainnya.
Artinya, lulus cepat hanya akan mempercepat perpisahanku dengan teman-temanku disini, dan aku merasa masih belum siap untuk itu. Jadi, jika ada cara untuk menunda "perpisahan" itu, maka akan aku lakukan, meskipun efeknya adalah kelulusanku harus ditunda sementara.
Andai saja wisuda bisa mengobati kesendirian, dan tidak mempercepat perpisahan itu.
Tapi selain itu, selamat buat teman-teman yang udah lulus, selamat untuk teman-temanku yang udah berhasil menyelesaikan kuliahnya, proud of you.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarlah, Selagi Masih Gratis :D