Drama Pindah Ke Kost Baru, Uang atau Teman?
Pendahuluan
01 Juli 2021 adalah tanggal dimana kontrakan hijau (kontrajo) harus bubar, mungkin ada sebagian teman yang bingung apa itu kontrajo, ku jelasin sedikit.Kontrajo adalah rumah kontrakan yang berwarna hijau, dimana aku dan 4 orang lainnya menyewa kontrakan itu untuk ditempati selama kuliah dijogja, kita masuk ke kontrakan itu pada 1 july 2019 pada saat kita ber-5 masih semester 4, dan setelah 2 tahun tinggal bersama, kontrajo harus bubar. Ada yang pindah ke kontrakan lain agar lebih dekat dengan tempat kerja, ada juga memilih pindah ke kost2 an biasa.
2 Tahun tinggal bareng dibawah nama kontrajo cukup membuat banyak cerita dikepala, yang mungkin jika tidak aku tulis di blog ini suatu saat bisa saja aku lupa akan cerita2 itu.
Tapi, untuk kali ini aku mau cerita sedikit tentang drama sebelum kita bubar. Drama ini akan mengikut sertakan salah seorang teman, anak kontrajo juga, namanya adalah Danis.
Masa Persiapan
Sebelum tanggal bubar pada 1 juli itu, kita berdua udah mulai membicarakan tentang pindahan nanti, itu terjadi mungkin sekitar 1 bulan sebelumnya yaitu bulan Mei akhir.
Aku dan danis sering bercerita di angkringan perihal tujuan setelah ini, mau pindah kemana? pindah ke kontrakan baru atau ngekost aja?. Singkat cerita kita setuju untuk pindah ngekost aja, tapi kita berdua ga mau pindah ke kost-an yang penting ada kasur.
Dari 2017 ngekost, ngontrak rumah. Kita berdua sepakat untuk mencari suasana baru, dan danis pun berkata dia udah mau melakukan itu setahun yg lalu namun berhasil kita tahan.
Kita sepakat mencari kost-kostan dengan spesifikasi :
- Kamar mandi dalam
- Kamarnya tidak didalam sebuah rumah, gedung atau apapun itu.
- Ada halaman hijaunya.
- Tersedia 2 kamar, atau 3 kamar (untuk satu teman lagi)
- Murah, max budget 700 ( ini wajib )
Kita berdua udah berhasil menyatukan kepala, oke kita tau spesifikasi kost yang kita cari, sekarang saatnya mencari.
Cari kost
Pencarian kost kita mulai dengan buka grup-grup di facebook, kita chat satu persatu setiap para pemilik kost yang menawarkan kostnya, kita minta foto kostnya. Beberapa yang bagus tapi harga perbulannya melebihi budget kita, atau kamar bagus tapi didalam sebuah rumah.
Sempat ada satu lokasi kost bagus banget, kita udah bilang mau cek lokasi pada weekend nanti. Hari sabtu lebih tepatnya, kita chat itu hari senin. Saat itu aku hanya bisa weekend untuk survey lokasi karena harus ke kantor di hari lain. Namun bukan rejekinya pada jumat malam, aku chat pemilik dan pemilik bilang kamar kost sudah diambil.
Kita terus mencari, sekarang kita perluas lagi untuk lihat di instagram, lihat akun yang promosi kost-kostan, namun belum ada yang cocok.
Plan B
Waktu udah semakin mepet, dan saat itu kita belum punya tempat untuk pindah. Aku pun berinisiatif, untuk kembali ke kost lamaku sendirian jika sampai akhir bulan, kita ga dapet tempat yang sesuai dengan spesifikasi diatas.
Disinilah galau mulai terjadi, tanggal 8 juni 2021, aku survey lokasi kost lamaku, kebetulan ada kamar kosong. Aku lihat kamar yang bakal jadi milikku nanti, aku mulai mengingat kejadian dulu yang pernah aku lakukan di kost ini. dan aku dengan sadar dp satu kamar sebesar 1 juta rupiah.
Dan ternyata, saat itu danis juga sudah melakukan plan B nya, dia survey ke salah satu lokasi kost, dan dia juga udah dp 100 ribu.
Saat itu kita berdua tidak saling mengetahui kalau masing-masing kita udah dp kamar di suatu tempat, aku ga tau danis udah dp, dan danis pun ga tau aku udah dp ditempat lain.
Akhir bulan
Aku dan danis sama-sama masih belum tau nih soal yang dp kamar ditempat lain, kita memutuskan untuk keliling cari kost. Kita telusurin jogja untuk cari kost secara offline karena cara online sudah kita lakukan tapi ga ada yang cocok.
Danis yang ga tau kalau aku udah dp di tempat lain, dia selalu nyuruh aku untuk cari tempat jikalau memang ga bisa bareng.
Mungkin mukjizat tuhan kali ya, tanggal 21 juni disaat kita keliling cari kost, kita ketemu kost yang sangat-sangat sesuai dengan spesifikasi kita tadi. Wah itu senangnya bukan main loh.
Ada halamannya luas, kamarnya ga didalam rumah, kamar mandi dalam, dan murah bro cuma 600 (masa corona) udah gratis listrik.
Tanpa basa basi aku chat bapaknya, untuk tanya apakah tersedia 2 kamar kosong. Dan bapaknya bales apa coba? "ada mas, ada 4 kamar" wah itu aku langsung kayak plong rasanya, aku sama danis dapet tempat, dan singgih salah seorang teman yang pengen ikut kita berdua bisa diajak.
Uang atau waktu?
Aku dan danis dapat kost-kostan yang sesuai spesifikasi kita, tapi masalahnya aku udah dp ditempat lain dan danis juga udah. Aku ga tau kenapa danis membatalkan dp itu, tapi aku akan cerita dari sisi aku yang udah dp ditempat lain sebesar 1 juta.
Uang atau waktu? itu adalah pilihan yang muncul di kepalaku pada malam itu. Jika aku memilih uang maka aku udah bisa pindah ke kost baru dan dp ku terpakai tapi aku akan sendirian lagi, jika waktu? aku akan kehilangan uang itu, dan aku ga sendirian karena bakal bareng danis dan singgih dikost baru.
Wanitaku selalu bilang kalau ikuti kata hatimu, dan kamu tau apa yang dibilang hati aku?
"Uang bisa kau cari, pasti balik itu uang 1 juta mus tenang aja, tapi waktu mu bareng danis, singgih bareng teman mu yang kau anggap keluarga itu, belum tentu bisa terjadi lagi setelah kau lulus."
Bro, setiap orang yang kenal aku tentu tau bagaimana hubugan aku dengan uang, untuk aku uang 100 ribu itu angka yang besar apalagi 1 juta. Gila apa, hangus gitu aja?
Jadi sudah jelas kan? aku lebih memilih kehilangan uang itu dan memilih teman-temanku.
Uang dp 1 juta itu, jelas nominal yang gede, bisa beli 1 hp baru loh itu. Tapi sayangnya nominal itu ga cukup besar untuk bikin aku meninggalkan teman-temanku.
Terima kasih, have a nice day. Oiya stay safe and healthy :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Komentarlah, Selagi Masih Gratis :D